 | Selamat Datang,,, | Nov 2, 2006 |
"Berproses diri dengan mengabdi demi menuai prestasi" Krucil adalah sebuah nama yang unik yang melambangkan kebersamaan para “kru cilik” di Malhikdua. Ia terbentuk begitu saja tanpa ada acara peresmian khusus. Adalah Bapak Mutammam Syafi'I dan Bapak Sulkhi Aziz yang memprakarsai terbentuknya Krucil. Beliau berdua adalah Kepala Sekolah Malhikdua dan wakilnya. Krucil terbentuk dengan tujuan pelestarian regenerasi siswi-siswi berprestasi di Malhikdua. Mengusung konsep "Berproses diri dengan mengabdi demi menuai prestasi" para Krucil dituntut dewasa sebelum masanya, dituntut wajib peka terhadap keadaan disekeliling dengan ke lima panca inderanya. Yang lebih terkenalnya lewat Konsep Dasar Manajemen Qolbu. Ma'rifatullah (mengenal Allah) ... Berantakan rapihkan; Basah keringkan; Kotor bersihkan; Miring luruskan; Bahaya amankan.
Pemunculan generasi krucil tak terlepas dari Konsep Pemikiran Bpk. Mutammam Syafi'i. Dengan kerendahan hati dan tidak bermaksud meng-kultus-kan tapi bagi kami dan mungkin sebagian orang yang kenal beliau "Unik". Karena beliaulah krucil ada sampai sekarang, karena ke-piawai-an beliau dalam melihat potensi 'anak didiknya' sehingga terus menerus generasi krucil muncul tiap tahun angkatan. Kriteria Krucil : Mau berkembang, berproses yang pada intinya "Belajar dengan Mengajar, Mengajar untuk Belajar".
Krucil terbentuk begitu saja tanpa persemian, layaknya sebuah grup yang baru terbentuk. Krucil ada sejak tahun 1998. waktu itu hanya ada satu personel. Namun nama Krucil tidak sehebat sekarang. Dia adalah Lu'luatul Inayah, siswi Malhikdua alumni '98, yang menjadi guru Matematika dan BP di Malhikdua, berasal dari Pemalang Jawa Tengah. Mulai bergabung di Krucil Malhikdua sekitar tahun 1998 akhir, selepas ia lulus dari Malhikdua. Kemudian mengundurkan diri dengan alasan melanjutkan kuliah di salah satu universitas di Purwokerto, Jawa Tengah di tahun 2000.
Kemudian di pertengahan tahun 1999, muncullah tiga orang personel Krucil. Mereka adalah: Muslikha. Siswi alumni Malhikdua tahun '99 asal Pemalang, Jawa Tengah ini meniti karir di Krucil sebagai tenaga administrasi ( Kasir Malhikdua ) sekaligus pengajar Komputer di SMU Alhikmah. Dia mengundurkan diri dari Krucil Malhikdua dengan alasan menikah. Wartuti Siswi alumni Malhikdua tahun '99 asal Tegal, Jawa Tengah ini bergabung di Krucil Malhikdua lewat kepandaiannya dalam berkomputer dan ber-aljabar-ria. Dia menjadi guru matematika dan komputer di SMU dan di Malhikdua sendiri. Dia mengundurkan diri dari Krucil Malhikdua dengan alasan melanjutkan kuliah di salah satu universitas di Tegal. Imas Masithoh, Siswi alumni Malhikdua tahun '99 asal Bekasi ini lihai dalam berkomputer, sehingga dia diamanati menjadi kepala administrasi Lab. Komputer Malhikdua. Semakin mantap meniti karir di Malhikdua dengan terjunnnya ia dalam PKL siswa-siswinya.
Ketiga personel Krucil tersebut masih sempat bergabung dengan Krucil baru yang lahir di tahun 2000. Walau kebersamaan mereka dengan Krucil baru tidak seperti Krucil sekarang, namun persahabatan itu akan tetap ada di hati Krucil. Siswanti & Rofiah siswi alumni Malhikdua tahun 2000 asal Tegal dan Brebes. Keduanya menjadi guru komputer. Masudatul Khasanah dengan keahliannya berbasa inggris dia mengabdikan diri untuk membahasa inggriskan siswa-siswi malhikdua. Kundarti siswi alumni Malhikdua tahun 2001 asal magelang. Dia mengajar dibidang komputer. Istiqomah siswi alumni tahun 2002 asal Tegal, dengan keahliannya dibidang Jahit-Menjahit. Maka dia dipercaya menjadi guru dispesifikasi Tata Busana. Nurhayati siswi alumni Malhikdua Tahun 2003. Sicantik bermata sipit yang jago komputer dipercaya mengajar Komputer. Ishak Suryo Nugroho & Silahuddin......... Een.... Lita....
Beliau, Pak tamam pernah berpesan kepada salah satu krucil: “Menjadi krucil jangan diniatkan untuk bekerja tapi niatkan untuk belajar. Jika kita niatkan untuk bekerja kita tidak akan dapat apa-apa.Tapi kalau diniatkan mengabdi untuk belajar. Keberkahan itu suatu saat nati pasti terbukti”
Diceritakan bahwa 'Umar bin al-Khaththab menulis surat kepada Abu Musa al-'Asy'ary, "Segala kebaikan terletak di dalam keridlaan. Maka jika engaku mampu, jadilah orang yang ridla; jika tidak mampu, jadilah orang yang sabar." Tulisan ini didedikasikan untuk re-genarasi krucil selanjutnya penerus estafet perjuangan pengabdian agar mereka tahu asal usulnya sebab kata bijak berkata Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah.JAzzakkalah!
  | Photos | Jan 5, 2008 |
PEJABAT TERAS MBIYEEEN MEN! 6 Photos
Krucil Jalan-jalan 14 Photos
People behind krucil 4 Photos
Krucil On the Road 13 Photos, 1 comment
|
 |  | The Best Shows | |
  | Links | |
      |  |   | Buku Tamu | |
 | Ya, iyalaahh.. mas gento pasti kenal! Lha wong pas maen dipurworejo diceramahin kultum ma Kyai Ireng 'gento' hahaaaa |
 | kayaknya aku kenal dengan pemilik blog ini yah hahahaha |
      |
| |
|